Haiiyy;) ini lanjutannya._. Semoga suka :P
-HOPE YOU LIKE IT-
orang yang merasa dihina terlihat geram. Namun tak bisa berbuat apa-apa. Lagi lagi Panci tersenyum penuh kemenangan. Ternyata sifat -barunya- ini dapat membuat semua orang tunduk padanya.
Ketika itu Panci memusatkan fokusnya pada gadis yang sekarang menjadi rivalnya. Yapp ia menatap Acar dengan sorot tajam. Namun sang gadis yg sedari tadi ditatap oleh Panci tak menyadarinya.
Dan tiba-tiba.......
BRUK!
"hhh aww" desah orang yg telah menabrak panci.
"lo punya mata gak sih? Masa orang segede gue gak keliatan (-_-)" omel Panci.
Mereka berdua berdiri. Dan saling tatap.
"panci? Haduh maaf ya gue gak sengaja sumpah. Maaf ya.___." ucap gadis itu lirih sambil tertunduk.
"eh elo,Vil. Gak pa-pa hehe." jawab Panci cengengesan -_-v
'ini cowok kenapa? Kesurupan nyi blorong apa? Hidih ngeri gue' batin Villa ngeri.
"yakin? Tadi lo ngomel-ngomel gitu. Jadi gue takut lo marah.,"
"engga kok. Lo ini gebetannya panu bukan?" tanya Panci ramah.
"he? Gebetan? Gatau juga. Hehe. Siapa tau dia udah suka sama cewek lain yang lebih cantik dari gue." jawab Villa mulai nyaman mengobrol dengan Panci.
"ngobrolnya sambil jalan yuk,Vil. Lo yakin? Gak mungkin deh. Lo kan cewek paling cantik satu sekolah. Jelaslah gue gak percaya. Gue aja ampe naksir sama lo,Vil" cetus Panci.
"hah? Apa maksud lo?" tanya villa kaget.__.
"eh, lupain deh lupain. Gue cuma asal ceplos doang tadi. Hehe" panci nyengir geje._.v
"ohaha... Gue keperpus dulu ya,Nci" pamit Villa sambil tersenyum. Dilangkahkan kakinya kedalam perpustakaan. Namun Panci segera meraih pergelangan tangan Villa._. Dan....
Villa terpeleset akibat ada kulit pisang yg ia injak. (pisang bekas makan gorila gue kali yeee -_-). Villapun terjatuh. Dengan sigap Panci menangkap tubuh Villa yg huyung. #eaeaea-___-v *tau maksut gue kan? Ituloh yg suka ada dipilem pilem kalo misalnya si cewek jatoh._.*
1 detik.....
2 detik.....
3 detik......
Keadaan itu tak bergeming sama sekali. Mereka berdua saling tatap.
DEGH...
Panci merasakan suatu hal aneh. Degdegan. Jantungnya berpacu sangat cepat. Lalu ia menepis perasaan itu. Apa mungkin ia jatuh cinta pada Villa? Gak gak ini gak boleh terjadi.
Tak disadari ada 4 pasang mata yang mengekori kejadian itu. 3 milik saudara kembar Panci -termasuk Panu- 1 nya milik cewek yg kini menjadi rival Panci saat ini.
Panu menatap Panci penuh amarah. Apa-apaan ini? Kenapa candaan Panci 2 hari lalu jadi kenyataan? Jangan-jangan........
"eh maaf,Vil" ucap Panci setelah melepaskan Villa.
"gue yg minta maaf lagi. Maafin gue ya gue gak hati-hati tadi jalannya." kata Villa tertunduk. Wajahnya merah seperti kepiting rebus._. *tag @kepitingpegitu haha=))*.
"ehm... Vil, gue duluan kekelas ya. Udah ada yg meledak soalnya" bisik Panci tepat ditelinga Villa. Panu terbelalak! :O
"ha?:O"
"bye cantik!" Panci berjalan santai seperti biasanya. Lalu ia melirik Panu sinis yg bisa diartikan -apa-hak-lo-liatin-gue-kayak-gitu.
"errr brengsek lo!" geram Panu emosi.
***
jreng.... Petikan gitar berbunyi ketika Senin masuk kedalam kelas.
I will always love you kekasihku...
Dalam hidupku hanya dirimu satu...
I will always need you cintaku...
Selamanya takkan pernah terganti.....
Ku mau menjadi yg terakhir untukmu...
Kumau menjadi mimpi indahmu....
Reff: cintai aku dengan hatimu...
Seperti aku mencintaimu...
Sayangi aku dengan kasihmu...
Seperti aku menyayangimu...
I will be the last for you...
And you will be the last for me...
(Ungu-Dirimu Satu)
"lo mau gak jadi cewek gue,Nin?"
~^^~
bag B segini dulu :p maap jelek lebay ancur banget udah gitu pendek.
Ditunggu mentionnya ketwitter gue pendapat kritik saran kalian :P
LANJUT KE BAG C YAA:D
Sabtu, 30 Juli 2011
ELEGI -cerbungParodi- PART5 bag A
Haiyy;) yukmarilah gausah banyak cingcong ini dia PART 5 Bag A jeng... Jeng... Jeng...(?)
~HOPE YOU LIKE IT~ \(^O^)/
===
.... Untuk seseorang yg teraih dipuncak Gede, namun akhirnya terlepas diketinggian Pangrango..... -STILL-
ketika cinta harus merelakannya pergi...
Walau hati terasa perih...
Inilah cinta..
Pengorbanan dan ketulusan hati untuk berbagi...
Serta kebohongan-kebohongan menutup diri...
Amarah dendam kebencian membuncah dalam keadaan empati menyengsarakan hati...
***
Pagi ini di Asrama Sleketep terlihat sedikit mendung. Awan pagi yg seharusnya biru kini berubah menghitam. Keaan itu hampir sama persis pada kepin. Keputusan 2hari yg lalu masih membuatnya agak kesal. Pagi ini pagi yg seharusnya menjemput Ipe. Bukan Shasha. Pagi ini. Pagi yg seharusnya ia melakukan hal berdua dengan Ipe. Bukan Shasha. Kepin menghela napas berat. Sangat berat. Terasa sesak. Shasha ditakdirkan tuhan untuk menjadi sahabatnya. Bukan menjadi pacarnya. Ini pilihan dan bukan takdir. Ia selalu mempercayai kata-kata itu.
Jika ini memang takdir kepin lebih memilih menggantikan posisi Ipe. Agar gadis itu kembali ceria. Seperti dulu Kepin bertemu Ipe pertama kali. Inikah cinta? Cinta yg butuh pengorbanan. Demi gadis itu Kepin rela melakukan hal konyol seperti ini dan menahan rasa sakit hatinya. Sungguh kisah yg ia punya bukanlah kisah sempurna. Kesempurnaan kata-kata puitis cinta. Yg menggema disetiap orang yg tengah merasakan perasaan yg indah itu.
Segenap hatiku luluh lantah...
Mengiringi dukaku...
Yang kehilangan dirimu...
Mungkin ku tak sanggup tuk meredam...
Kepingan hatiku...
Tuk merelakan kepergianmu...
(Samsons-Luluh)
Kepin mengetuk kamar asrama itu secara perlahan. Berharap orang yg membukakan pintu untuknya adalah Ipe. Gadis yang -sementara- dilepasnya demi mengabulkan permintaan sang gadis.
Harapan kosong. Bukan... bukan harapan kosong lagi sekarang. Gadis yg slalu muncul dalam imajinya kini ada dihadapannya. Yap gadis itu adalah Ipe.
"kepin?" tanya gadis itu setelah membuka pintu kamar.
"Ipe? Lo kok gak sekolah? Shasha mana?" tanya Kepin dengan senyum tercetak diwajah tampannya. #eaea-_-v
"gue meriang,Pin. Hehe. Shasha tadi udah duluan sama Ojy juga sama dindin"jawab gadis itu sambil tersenyum.
DEGH.....
Senyuman itu yg pertama ia lihat ketika bertemu dengan Ipe. Jantung Kepin berpacu cepat. Risau dihatinya muncul kembali.
"kamu sakit?"
"gak kok. Udah gih sana kesekolah nanti keburu telat. Shasha tunggu kamu di gerbang Asrama." jawab Ipe hendak menutup pintu. Namun segera dicegah oleh Kepin. #eaeaea.__.
Kepin memajukan wajahnya. "5 hari lagi kamu bakalan jadi milikku lagi. 5 hari lagi sandiwara ini berakhir,Pe!" bisik Kepin tandas.
"5 hari lagi kamu gak akan liat aku berdiri dan tersenyum lagi :)" jawab ipe lirih. Namun mampu membuat kepin tersentak.
"gue masuk dulu" pamit Ipe langsung menutup kamar asramanya.
"gue benci ucapan lo! Gue benci!" geram Kepin lalu berlari menjauh dengan pintu yg dibalik pintu tsb ada seorang gadis tengah terisak.
***
Panci berjalan sendiri tanpa ditemani ketiga saudara kembarnya. Sesekali ia menyapa orang yg dikenalnya.
"hy giptehh"
"hy kacang"
"hy sutra eh kayak banci ya maennya ama cewek :P" celetuk Panci.
***
heyaa maap jelek ngaret lebeh haduh gak pantes dibaca :$
pendek lagi soalnya bikinnya dihape._.
Harus coment ditwitter! Kalo engga gak gue lanjut._. #teruskenapa?-_-
LANJUT YA KE BAG B NYA :D
~HOPE YOU LIKE IT~ \(^O^)/
===
.... Untuk seseorang yg teraih dipuncak Gede, namun akhirnya terlepas diketinggian Pangrango..... -STILL-
ketika cinta harus merelakannya pergi...
Walau hati terasa perih...
Inilah cinta..
Pengorbanan dan ketulusan hati untuk berbagi...
Serta kebohongan-kebohongan menutup diri...
Amarah dendam kebencian membuncah dalam keadaan empati menyengsarakan hati...
***
Pagi ini di Asrama Sleketep terlihat sedikit mendung. Awan pagi yg seharusnya biru kini berubah menghitam. Keaan itu hampir sama persis pada kepin. Keputusan 2hari yg lalu masih membuatnya agak kesal. Pagi ini pagi yg seharusnya menjemput Ipe. Bukan Shasha. Pagi ini. Pagi yg seharusnya ia melakukan hal berdua dengan Ipe. Bukan Shasha. Kepin menghela napas berat. Sangat berat. Terasa sesak. Shasha ditakdirkan tuhan untuk menjadi sahabatnya. Bukan menjadi pacarnya. Ini pilihan dan bukan takdir. Ia selalu mempercayai kata-kata itu.
Jika ini memang takdir kepin lebih memilih menggantikan posisi Ipe. Agar gadis itu kembali ceria. Seperti dulu Kepin bertemu Ipe pertama kali. Inikah cinta? Cinta yg butuh pengorbanan. Demi gadis itu Kepin rela melakukan hal konyol seperti ini dan menahan rasa sakit hatinya. Sungguh kisah yg ia punya bukanlah kisah sempurna. Kesempurnaan kata-kata puitis cinta. Yg menggema disetiap orang yg tengah merasakan perasaan yg indah itu.
Segenap hatiku luluh lantah...
Mengiringi dukaku...
Yang kehilangan dirimu...
Mungkin ku tak sanggup tuk meredam...
Kepingan hatiku...
Tuk merelakan kepergianmu...
(Samsons-Luluh)
Kepin mengetuk kamar asrama itu secara perlahan. Berharap orang yg membukakan pintu untuknya adalah Ipe. Gadis yang -sementara- dilepasnya demi mengabulkan permintaan sang gadis.
Harapan kosong. Bukan... bukan harapan kosong lagi sekarang. Gadis yg slalu muncul dalam imajinya kini ada dihadapannya. Yap gadis itu adalah Ipe.
"kepin?" tanya gadis itu setelah membuka pintu kamar.
"Ipe? Lo kok gak sekolah? Shasha mana?" tanya Kepin dengan senyum tercetak diwajah tampannya. #eaea-_-v
"gue meriang,Pin. Hehe. Shasha tadi udah duluan sama Ojy juga sama dindin"jawab gadis itu sambil tersenyum.
DEGH.....
Senyuman itu yg pertama ia lihat ketika bertemu dengan Ipe. Jantung Kepin berpacu cepat. Risau dihatinya muncul kembali.
"kamu sakit?"
"gak kok. Udah gih sana kesekolah nanti keburu telat. Shasha tunggu kamu di gerbang Asrama." jawab Ipe hendak menutup pintu. Namun segera dicegah oleh Kepin. #eaeaea.__.
Kepin memajukan wajahnya. "5 hari lagi kamu bakalan jadi milikku lagi. 5 hari lagi sandiwara ini berakhir,Pe!" bisik Kepin tandas.
"5 hari lagi kamu gak akan liat aku berdiri dan tersenyum lagi :)" jawab ipe lirih. Namun mampu membuat kepin tersentak.
"gue masuk dulu" pamit Ipe langsung menutup kamar asramanya.
"gue benci ucapan lo! Gue benci!" geram Kepin lalu berlari menjauh dengan pintu yg dibalik pintu tsb ada seorang gadis tengah terisak.
***
Panci berjalan sendiri tanpa ditemani ketiga saudara kembarnya. Sesekali ia menyapa orang yg dikenalnya.
"hy giptehh"
"hy kacang"
"hy sutra eh kayak banci ya maennya ama cewek :P" celetuk Panci.
***
heyaa maap jelek ngaret lebeh haduh gak pantes dibaca :$
pendek lagi soalnya bikinnya dihape._.
Harus coment ditwitter! Kalo engga gak gue lanjut._. #teruskenapa?-_-
LANJUT YA KE BAG B NYA :D
Kamis, 28 Juli 2011
Hmm... Apayaa?? :9
Kyaaa gue posting blog lagi :D tapi bukan lanjutin cerbung ._.v gue mau cerita nih ya tentang asal-usul gue hadir diPARCIL LAND. Yeahh dulu gue ini parodinya Chikal Idola Cilik. Tau kan? Tau dong pasti. Dulu itu unamenya @/cukaiidolalicik. Tapi yaa gara-gara taudeh gue juga gatau gue ganti parodi jadi parodinya MARIO STEVANO ADITYA HALING B) dan akhirnya yap gue berevolusi jadi MARIO STEPANCI ADIKNYA GULING. (PENTING! Panci not Pance -___-) tukang panci paling gahol ganteng dan sarap (?) gue ngakuin semua itu kok :'). Diparcil gue punya cewek namanya @deaaaCAr beuh canteks nya gak kalah sama sandra dewi :3 kita jadian tanggal 28/05/2011. Gue part of #SAPACA_ B) mau tau SAPACA itu apa? SAPACA itu genk parcil kece yg anggotanya.....
. SENIN (@senindyan)
. APING (@9apingnosztaCR7)
. PANCI (@riostepanci)
. ACAR (@deaaaCAr)
. CEPA/CECE/CELA (@celanarga) << dia CEPANARGA yg berevolusi jadi CELANARGA.-. {itu ide gue permirsah B)}
. ACHUL (@RaissulArifII)
nah segitu dulu ttg SAPACA ya:) gue lahir diparcil tanggal 17/05/2011. dan PANCI udah resmi kok tgl 03/06/2011. Gue sih udah pasrah aja kalo misalnya gakdiijinin rio ya tinggal deact ato ganti parodi lain.__. tapi TUHAN BERKEHENDAK LAIN! Lo tau? Lo pasti gak nyangka kan? Sama gue juga.__. GUE DIPROMOTE RIO DAN ITU ARTINYA GUE RESMI COYY YIHAAAA *jogethulahula*
udah ya segini dulu abangnya mau pulang hoamss :O
. SENIN (@senindyan)
. APING (@9apingnosztaCR7)
. PANCI (@riostepanci)
. ACAR (@deaaaCAr)
. CEPA/CECE/CELA
. ACHUL (@RaissulArifII)
nah segitu dulu ttg SAPACA ya:) gue lahir diparcil tanggal 17/05/2011. dan PANCI udah resmi kok tgl 03/06/2011. Gue sih udah pasrah aja kalo misalnya gakdiijinin rio ya tinggal deact ato ganti parodi lain.__. tapi TUHAN BERKEHENDAK LAIN! Lo tau? Lo pasti gak nyangka kan? Sama gue juga.__. GUE DIPROMOTE RIO DAN ITU ARTINYA GUE RESMI COYY YIHAAAA *jogethulahula*
udah ya segini dulu abangnya mau pulang hoamss :O
Rabu, 06 Juli 2011
ELEGI lanjutan part 4
LANJUTAN PART 4
~~ELEGI~~
“Tapi…tapi keputusan lo itu salah,Pe. Lo gak mesti nyuruh gue sama kepin pacaran. Dan lo tau, kepin itu bahagianya disisi lo bkan sama gue.lagi pula gue sama kepin itu sahabat. Dari kecil. Gak bisa kalo sekarang mesti dipaksa pacaran,. Lagian kepin bener, kematian itu gakbisa diprediksi kapan dan pada saat kita lagi ngapain. Siapa tau aja gue yang mati duluan kan? Jangan pernah lo ngomongin kematian lagi…” jelas Shasha.
“iya,Pe. Kepin sama shasha bener. Mending lo buang jauh-jauh ketakutan lo sama yang namanya kematian. Percaya deh keajaiban itu pasti ada. Lo jangan sampe putus doa minta ada orang baik hati yang mau donorin hatinya buat lo. Jadi jangan pernah putus asa. Semangat Ipe!!!” seru Dindin tersenyum.
“thanks temen-temen J tapi itu permintaan terakhir gue. Gue mohon. Gue janji kalo kalian pacaran gue bakalan usaha buat sembuh. Gue mohon please…” ucap ipe dengan nada memohon. Berharap permohonannya dapat dikabulkan.
Kesulitan hidup adalah memikirkan bagaimana caranya untuk bertahan hidup. Menentukan pilihan terbaik. Menjaga perasaan orang lain. Dan bersikap untuk tidak egois. 7 jalan pilihan. Satu jalan satu pilihan yang mesti diambil. Percayakan pilihan itu pada keinginan hati. Karena hanya pada kata hati pilihan itu akan terasa membuat lega dak takkan menyesal dikemudian hari.
Keputusan sulit bagi Ipe. Melepas orang yang ia saying demi kebahagiaan cowok itu. Tak ingin cowok itu menderita. Dan Ipe harus melepaskan cowok itu kepada sahabatnya sendiri. Sungguh bukannya egois, tapi ia ingin permintaan “terakhirnya” ini dapat dikabulkan.
Pilihan yang sulit. Disatu sisi kepin saying Ipe. Disatu sisi kepin juga benci Ipe. Benci kenapa? Kata-katanya. Ucapannya. Seluruh omongannya yang membuat ia benci. Kata-kata “KEMATIAN” lah yang ia benci. Ketraumaan pada masa lau membuatnya benci kata-kata itu.
Pilihan yang sangat sulit juga. Kepin sahabat kecilnya. Ipe juga sahabatnya. Tapi permintaan itu memberatkannya. Permintaan dimana dirinya harus pacaran denagn Kepin. Orang yang sudah dijadikannya sahabat 14 tahun lalu. Tapi, jika permintaan itu tak diindahkannya. Mungkin ia akan menyesal seumur hidupnya.
“ini gak beratkan? Kalian mau pacaran Cuma seminggu juga gapapa kok. Tapi kalo emang kalian gak mau. Gue gak masalah. Mungkin gue bakalan dunia ini dengan gak tenang.” Ucap Ipe lirih. Bahkan seperti bisikan. Penyakit ini. Penyakit yang membuat semangat hidup Ipe menurun drastis.
Kepin menghela napas berat. “ oke. Kalo ini emang kemauan kamu. Tapi inget Cuma seminggu gak lebih” ucap kepin tandas.
“apa? Kok gitu sih?” Tanya shasha kaget.
“lo gak mau? Kalo sama Dindin boleh gak Pe?” Tanya Kepin pada Ipe.
“ha? Kok sama gue?” Tanya Dindin bingung.
“pin, aku kan nyuruhnya sama shasha. Kok malah sama Dindin?” Tanya Ipe yang juga bingung.
“hhhh, lo mau gak sha? Mau gak mau harus mau. Ini permintaan cewek gue.” Ucap kepin agak kesal.
“okelah. Seminggu ya? Gak lebih dari seminggu!!” ucap shasha terpaksa. Sangat terpaksa.
“makasih temen-temen. Kalian gak pulang? Ini udah malem loh. Ntar besok terlamabt kesekolah lagi..” ipe tersenyum senang. Meski hati sakit. Ia tak peduli. Asalkan cowok yang ia sangat sayangi bahagia. Cowok ini tersenyum maka ia akan tersenyum. Karena cowok inilah pusat kebahagiaanya saat ini.
“besok kan libur Pe. Hehe dasar” jawab Dindin sembari tersenyum.
“eh iya lupa hehe” ipe tersenyum malu.
Elegy takkan pernah sirna. Selamanya akan tetap ada. Membuat setetes air keluar dari pelupuk mata. Nmun, sesudah itu pelangi muncul menandakan kemendungan hati telah pergi.
***
Esok kemudian di Asrama Sleketep terlihat seperti hari libur biasanya. Senin, pagi ini terlihat begitu cerah sete;lah menerima sms dari aping kemarin malam. Aping akan mengajaknya pergi. Dengan wajah berseri ia lompat dari tempat tidur, meraih handuk bergambar Bernard bear (?) dan langsung kekamar mandi.
Hatinya berbunga. Tak seperti biasanya. Yang slalu tertekan dengan ancaman-ancaman Alpin lewat telepon maupun sms. Sambil bersenandung, senin memulai aktivitasnya.
Dilain tempat. Aping tengah memikirkan sesuatu. Mondar-mandir dikamar asramanya. Lalu duduk dikasur sambil nonton tv. Meski fokusnya tak tercurah pada apa yang ditontonnya. Lalu menunduk. Mengacak-acak rambutnya. Berdiri lagi. Melakukan hal yang sama seperti tadi. Setelah merasa lelah Aping terduduk dilantai. Menghela napas. Dan berbisik dalam hati. Semoga rencna ini berhasil. Terdiam sejenak. Mengirimkan satu sms pada Senin. Dan berdiri bergegas mandi.
***
Dikamar si kembar 4, Panci, Panu, Panol, dan Tupai tengah asik mengobrol.
“heh somplak malu-maluin amit lo kemaren” ucap Panci sambil menekan remote memindahkan channel televisi.
“lo ngomong kesiapa? Kegue kah?” Tanya Panu sok-sokan. Sambil menunjuk kedirinya sendiri.
“gak usah ditunjuk dah tu idung. Pesek juga (-_-v)” celetuk Panol. Tupai & panci cekikikan gak jelas.
“kalian juga pesek. Gak ush sok ngeledek dehh” gerutu panu kesal.
“HAHAHAHAHA”
“haha siapa lagi sih? Lo kemaren yang kayak bocah psikopat gara-gara aping ledekin lo”jawab panci enteng.
“hehehe iya juga sih._.v” ucap panu nyengir kuda (?).
“lo kayak depresi tau gak? Ngejar-ngejar cewek sampe segitunya. Kayak gak ada cewek lain selain Villa aja” cetus Tupai. Yang diangguki Panci & Panol.
“bener tuhh…”
“wess jagna salah. Kata Villa gue gak boleh nyerah. Gue harus ngeyakinin dia. Sampe dia yakin. Lagiankan Villa first love gue hahahaha” ucap panu sok dramatis.
“mmm…. Nu, gue kayaknya naksir deh sama Villa. Saingan yukkk!!” ucap Panci dengan tatapan ngeledek. Panol dan tupai tersenyum geli.
“mmm…. Aduhh gue huga kayaknya naksir deh sama Villa. Abis dia cantik sihhh” ledek panol. Yang berhasih membuat Panu terpancing.
“ehh gue juga naksir. Dia itu baiiik banget sama gueee” tambah tupai. Panu sudah cemberut. Merah padam diwajahnya terlihat kemarahan.
“wooyyyyy…. KABORRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Panci, panol dan tupai langsung lari keluar kamar.
“asahafgaguesatetaurasalo KEMBARAN KEPARAT LO PADA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Panu jengkel.
***
Acar duduk dibalkon kamar. Memandang seluruh kawasan asrama dari lantai 3 tempat kamarnya berada. Diasrama ini acar satu kamar dengan Villa,Areng dan Chilla. Kawan SMP nya dulu.
“lo kalo gak siap ngadepin Panci mending gak usah deh” ucap Villa sambil duduk. Disebelah Acar. Areng dan Chilla duduk disofa depan acar & Villa.
“iya car. Gak ada gunanya” ujar Chilla.
“lo tau? Panci kayak gitu buat nutupin krhancurannya. Semua yang kita certain tentang panci itu Cuma topeng dia. Dia yang suka tawuran, suka bikin onar, suka bikin huru-hara sana-sini itu Cuma pelampiasan dia dari masalahnya yang lumayan besar. “ jelas areng panjang lebar.
“terus? Salah gue? Salah orang tua gue? Salah pembantu gue? Gue gak peduli. Udah ah gausah bahas dia lagi” ucap acar Sinis. Mengeluarkan handphonenya. Dan berpura-pura memainkannya.
“terserah lo”
Didalam hati acar menyesali perkataanya. Mungin panci punya masalah yang cukup besar makannya dia jadi seperti itu. Aduhhhh …. Tersiksa sendiri jadinya.
***
3 jam sudah Senin-Aping berjalan-jalan diseitar taman kota. Bercanda bersama. Tertawa lepas. Melepas sejenak beban yang ada dipikiranyya.
“makan yukk!! Laper nih!!” ajak aping.
“makan apa?”
“mm… itu tuhh. Mau gak?” ucap aping sambil menunjuk kearah tukang soto.
***
UDAH YA ABANGNYA MAU PULANG MAAF KALO JELEK UDAH GITU NGARET. SALAM GANTENG B)
Minggu, 03 Juli 2011
ELEGI -cerbungParodi- PART 4
ELEGI
`HOPE U LIKE IT~
LANJUTAN PART 3
“itu nama sekolah bang. Haha sarap lo” ujar Tupai cekikikan.
“yahelah baru calon” ucap aping santai. Tak sadar ia menatap gadis yang ada dipelukannya ini. Yapp tepat dimanik mata. Membuat darahnya berdesir cepat. Jantungnya berdegup kencang. Didlam doa aping meminta agar degup jantungnya ini tak terdengar oleh senin.
“njirr njiss lo panu! Malu-maluin gue aja. Bangun lo! Jangan mewek!” gidik panci ngeri. Melihat kelakuan saudara kembarnya yang seperti anak kecil. Sedangkan yang lainnya hanya cekikikan gak jelas.
“hahaha sodara kembar lo ajaib, nci! Gue kira yang ajaib Cuma lo doang. Eh ternyata si panu kudis jamuran ini juga ajaib. Hahahaha” ledek aping. Tertawa keras. Tak perduli orang yang ada dipelukannya terguncang-guncang karena aping terlalu ngakak (?).
“sialaln lo! Seneng amit ngeledekin gue lo hah?” panci cemberut. Serasa paling buruk diantara mereka berempat. Tapi selama ini ia hanya memakai topeng. Topeng untuk melepaskan sejenak masalah yang ada. Topeng untuk menguatkan dirinya dari tumpukan masalah yang tak terselesaikan. Bukan untuk membuat semua orang terluka ataupun jengkela kibat ulahnya. Sungguh jika ia bisa, ia akan melepaskan topeng itu sekarang juga. Tapi tak semudah itu. Banyak resiko jika ia melakukan hal itu. Salah saturesikonya adalah ia akan dibilang memasang topeng untuk menutupi kebrandalan dan kenakalan cowok ini. Ckckckck hidup ini egois. Begitu pendapatnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAA!!! Inikan gara-gara lo panci somplak!! Coba lo jagnan jadi anak brandalan. Pasti Villa udah jadi cewek gue! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa sodara kembar macem apalo hah?” teriak panu gak keruan. Panci hanya menutup telinha dan menunduk dibangkunya.
“panu sarap! Gatau sodaranya lagi ada masalah apa? Eh dia malah ngomong begitu.” Gumel Panol.
#NB: Vario diganti Panol gara-gara dia ganti uname –“
“wakakakak. Emang. Sarap.” Tambah tupai.
“panu stress sarap!! Berenti lo bersikap kayak gitu! Malu-maluin aja tau gak?”gidik Villa yang jengkel melihat kelakuan panu bak anak kecil dipalak permen -_-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PART 4
~~~kenyataan menampar hati. Ketika ego meminta untuk tetap berdiri. Meski kata hati mengatakan sebaliknya. Jagna salahkan bila tangis itu takkan pernah terhenti. Karena sebenarnya dirinyalah yang menciptakan tangisan itu.~~~
***
Sementara semua penghuni kelas tengah asik mendengar celotehan-celotehan dari aping,panu,panci dan teman-teman seperjuangan (?) yang mengundang tawa, acar tertunduk. Memikirkan bgaimana nasibnya nanti. Menyesal. Mengapa harus mendengarkan ego? Kenapa harus ego yang menang? Namun semua penyesalan itu terasa sia-sia. Mundur? Sepertinya itu bukan suatu keputusan yang baik. Terdengar seperti pengecut. Nyalinya menciut. Acar takkan pernah siap mendengar ejekan-ejekan tak enak hati dari teman-teman sekelasnya apalagi ketiga kembaran sibrandal itu. Tapi ia lebih takkan pernah siap jika harus berhadapan dengan sang pentolan sekolah. Bagai lelucon. Acar menelan ludah. Menarik napas dalam-dalam. Dan dihembuskannya secara perlahan.
Diam-diam panci memperhatikan gadis yang tengah stress berat akibat tantangannya. Panci menelan ludah. Melawan cewek adalah pantangannya. Berani melawan cewek berarti pengecut. Tapi apa boleh buat? Cewek itu yang telah menantangnya duluan. Janagn salahkan dirinya jika cewek ini menangis. Sungguh, bukan ini yang dia mau.
#NB: diskip ya yang kejadian ada tikus mati diloker senin mehehehe ;B
***
Bel pulang sekolah diSMA LOE GUE END berbunyi nyaring. Seluruh murid diseluruh penjuru titik sudut sekolah menyemut digerbang. Menuju pulang ke asrama tempat istirahata melepas lelah. Keempat kembar identik berjalan bersama. Mengobrol mengingat kejadian tadi. Agne dan Cepa mungkin sedang dihukum bu Nagap membersihkan toilet cowok akibat ulah mereka tadi. Sementara senin sudah diantar aping pulang ke asrama karena mendadak demam. Panci melihat “calon” tantangannya. Lalu tersenyum picik. Berjalan santai menuju cewek itu.
“lo dikasih waktu 2 hari buat nyiapin mental” bisiknya tajam. Lalu kembali berjalan bersama ketiga saudara kembarnya.
Acar menggretakan rahangnya kuat-kuat. Kesal. Jengkel. Kini tekadnya sudah bulat. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR!!!! Yeahhhh acar tersenyum. Lalu kembali berjalan.
***
Malam di Rumah Sakit Bejo dan Ijah (?)……………………………..
Kepin duduk disamping tempat tidur Ipe. Menatap sendu. Gadis ini motivasinya. Gadis ini yang membuat dirinya tersenyum. Gadis ini segala-galanya. Didalam hati kepin berdoa agar Ipe sembuh. Sembuh dan ceria seperti dulu lagi. Kepin menggenggam tangan Ipe. Berusaha memberikan kekuatan. Kekuatan untuk tetap hidup lebih lama. Menemaninya sampai hayat nanti. *ckckck lebeh gue ahhh—“* jari Ipe bergerak. Pertanda Ipe sudah siuman. Kepin berteriak memanggil dokter.
“DOKTER!! SUSTER!! KESINI!!! IPE SUDAH SADAR DOKK!!!” teriak Kepin. Tak lama dokter dan suster pun dating.
“saya mohon kamu keluar dulu yaa…” ucap sang dokter pada Kepin. Kepin pun keluar dari ruanagna Ipe.
Kepin tersenyum senang. Ipe telah sadar. Menunngu harap-harap cemas. Semoga doa-doanya dikabulkan tuhan.
Dindin dan Shasha dating. Mereka berdua pergi sebentar kekantin rumah sakit membeli makanan untuk mereka bertiga. Melihat Kepi nada diluar mereka berdua jadi cemas.
“pin, Ipe kenapa lagi?” Tanya Shasha cemas.
“iya ipe kenapa lagi pin?” Tanya Dindin tidak kalah cemas.
“ipe siuman. Kalian gausah cemas. Didalem ada dokter yang lagi liat kondisi ipe. Semoga dia gapapa ya…” ucap Kepin. Menenangkan kedua sahabatnya.
“yang bener pin? Alhamdulillah…. Yaudah, sekarang makan dulu yukk! Dari pagi kita gak makan. Kalian pasti laper… J” seru Shasha meneluarkan 3 nasi box yang ada didalam plastik.
“yoooooooooooooooookkkkkkkkkkkkkk” seru Dindin dan kepin bebarengan.
Mereka bertiga pun asik melahap nasi box. Mengisi perut yang lapar. Menenangkan pikiran. Stress 12 jam tadi benar-benar menguras tenaga.
Dokter pun keluar. Menyampaikan bagaimana kondisi ipe saat ini.
“dia siuman” ucap dokter. Yang membuat senyum dindin shasha dan kepin mengembang.
“”kita boleh masuk dok?”Tanya kepin.
“boleh.. kami pergi dulu ya” pamit sang dokter tersenyum. Lalu pergi bersama 2 suster.
Mereka bertiga memasuki ruangan itu denagn senyuman. Agar ipe tak melihat raut wajah sedih ketiga sahabatnya ini.
“gimana keaddan lo sekarang?” Tanya dindin.
“gue baik-baik aja kok. Hmmm… pin, sha gue mau ngomong sama kalian..” ucap Ipe lirih. Segaris senyuman hambar tercetak diwajah Ipe.
“ngomong? Ngomong apa pe?” Tanya shasha bingung.
“kamu mau ngomong apa emangnya beb?” Tanya kebin sambil mengelus puncak kepala Ipe.
“gue perlu keluar gak nih? Hehehhe” Tanya dindin
“gak perlu kok. Lo disini aja.” Cegah Ipe sembari tersenyum.
“okedehhh”
“hmmm…. Kalian udah tau pasti penyakit gue apa?’ Tanya Ipe ragu. Menatap ketiga sahabatnya. Terasa berat membicarakan masalah ini untuknya. “gue gak akan bertahan lama. Mungkin sebulan atau tiga bulan. Dan setelah itu gue punya kehidupan sendiri yang tenang..” Ipe menghela napas berat.
Mendengar ucapan-ucapan Ipe kepin langsung menatap ipe tajam. “ apa maksud kamu? Jangan pernah ngomong begitu! Takdir bukan kamu yang nentuin! Tapi tuhan…” kepin terlihat agak emosi.
“tenang Pin” ucap shasha mencoba meredam emosi kepin.
“gapapa kok kalo kamu mau marah sama aku J tapi itu emang tujuan aku…” Ipe tersenyum. Senyum kecut. Tak berani menatap mata Kepin.
“maksud kamu?”
“Kepin, Shasha mungkin kalian ini jodoh. Itu menurutku. Kayaknya kalo kamu terus sama aku kamu bakalan menderita dehh.” Ipe menhela napas. Lalu dilanjutkannya lagi kata-kata yang sempat terhenti tadi “kalian mau kan pacaran demi aku?” Tanya Ipe penuh harap. Menatap kepin dan shasha secara bergantian. dan kembali menunduk.
“hah? Maksud lo apa pe? Jangan ngomong kayak gitu! Kita berdua ini sahabat! Gak mungkin bisa nurutin permintaan lo itu!” ucap shasha juga mulai emosi. Sementara dindin hanya mendengus pasrah.
“ini permintaan terakhir gue. Plis kalian turutin. Gue gak akan tenang kalo permintaan gue ini gak terkabulkan. Gue mohon sha,pin. Plis mau yahhh??” ipe menatap dengan tatapan penuh harap. Agar permintaanya dapat dituruti oleh Kepin & shasha.
“gak! Gak mau!!” tolat kepin telak. Tak setuju ide Ipe yang terdengar konyol itu.
“din, lo setuju kan sama rencana gue? Lo setuju kan?” Tanya Ipe pada Dindin. Dindin terlihat bingung.
“hmmm…. Gue gak tau. Gue bener bingung jawab pertanyaan lo Pe. Maaf ya… J” dindin tersenyum.
Ipe menatap langit-langit. Memikirkan apakah rencananya baik untuknya maupun untuk kedua orang yang terlibat ini? Ipe hanya berharap keputusan yang akan mereka berdua ambil dapan memenuhi keinginannya.
“aku Cuma pengen kamu bahagia pin, udah itu aja. “ ipe tertuntuk. Lirih. Terasa menyakitkan. Namun dirinya harus tetap bertahan.
Kepin menatap Ipe. Tatapan kecewa. Lalu ia menatap shasha yang ada disebelahnya. Shasha membalas tatapan itu pertanda tak tahu harus bagaimana.lalu tertunduk. Memikirkan sebuah jawaban.
“kepin sama ipe aja udah seneng kok. Ipe yang udah bikin kepin seneng. Kalo masalh umur Ipe yang katanya gak akan lama lagi kepin gak peduli. Yang penting ipe slalu ada disamping kepin. Inget ya Pe, kematian itu bukan dokter suster maupun kita yang tentuin. Tapi tuhan. Allah yang nentuin semua itu. Jadi jangan pernah Ipe ngomong kayak gitu lagi. Kepin gak suka…” kepin tersenyum. Menggenggam tangan Ipe. Shasha dan dindin jgan ikut tersenyum.
“nggak. Sumber kebahgiaan kepin itu shasha. Kepin slalu seneng deket dia. Kepin slalu ketawa. Kepin gak pernah sedih kalo deket shasha. Sedangkan sama aku? Kepin sedih kan? Kepin menderita kan? Ipe mohon pin, turutin yang ipe mau. Tolong…”
^^^ belum selesai J besok lanjutannya okkeyy J maaf jelek banget nihh. Cuma take kepin-ipe-shasha-dindin doang lagi --“ wkwkwkwk see you next tomorrowww :3
Langganan:
Postingan (Atom)